M. Nasywan Wahyu, Peraih Nilai Terbaik UN SMP/MTs se-Kepri Rajin Salat Tahajud

BATAMNEWS.ID, Batam – Tak mudah untuk bisa menjadi murid SMP/MTs dengan nilai terbaik se-Provinsi Kepri. Namun hal itu juga bukan hal yang mustahil. Muhammad Nasywan Wahyu Tamam membuktikannya.

Siswa SMP 3 Batam ini muncul sebagai siswa dengan nilai UN tertinggi. Seperti apa perjuangan Wahyu? Ini penuturannya kepada Batamnews.co.id.

Hanya ucapan Alhamdulillah dan sujud syukur yang sempat Ia lakukan ketika mengetahui bahwa dirinya terbaik se-Kepri dalam UN. Ia awalnya tak percaya. Gurunya memberitahukan hal tersebut, bahkan dikira itu hanya gurauan.

Tapi ternyata hal itu benar adanya. Wahyu mengaku kaget. Pasalnya, siswa jebolah SD Harapan Utama di Rosdale tersebut tidak menyangka. “Gimana yah, nggak menyangka, kaget juga,” ujarnya.

Orangtua dan Doa
Motivasi terbesar Wahyu tak lain adalah orangtua. Ia mengaku melakukan proses belajar sama seperti siswa lain. Namun, membuat bangga kedua orang tua adalah kewajiban mutlak.

“Motivasi pertama orangtua,” ujar sulung tiga bersaudara anak pasangan Tri Wahyu Rubianto dan Trisna Dini Mahlida ini.

Selain menjadikan orangtua motivasi pertama, Wahyu juga tak lupa berdoa dalam setiap usaha yang dilakukannya.

“Setiap saat berdoa, salat lima waktu, salat tahajud dan lainnya,” kata siswa yang hobi badminton itu.

Menurutnya, walaupun dengan usaha yang keras kalau tidak dibarengi dengan doa semua impiannya mustahil akan terwujud.

Manfaatkan waktu luang
Wahyu memperoleh nilai UN 368. Nilai itu membuat ia unggul dari siswa lainnya. Belajar sunguh-sunguh juga dilakukan Wahyu. Tidak hanya setiap malam. Bahkan siswa kelahiran 22 Agustus itu juga belajar saat sepulang sekolah.

“Tidak ada waktu khusus, kalau ngak ada kegiatan sekolah ya belajar, kadang siang juga belajar, biar malam bisa istirahat,,” katanya.

Menurutnya simulasi UNBK yang sering dilakukan di sekolah cukup membantunya mengerjakan soal ujian.

Bahkan 120 menit waktu mengerjakan soal ia habiskan hanya setengah. Selebihnya untuk mengkroscek lembar jawabannya. “Saya bisa lebih tenang, karena simulasi sangat membantu sekali,” ucapnya.

Selain belajar reguler di rumah, Wahyu juga mengikuti bimbingan belajar sejak kelas VII SMP. Selain itu ia juga aktif di ekstrakurikuler olimpiade dan catur.

Wahyu meraih dua nilai ujian 100 pada mata pelajaran Matematikan dan IPA. Sementara Bahasa Indonesia ia mendapat nilai 96 dan Bahasa Inggris 90.

“Saya harap, adik-adik kelas lebih baik dari peringkat kakak-kakaknya hari ini,” ujar siswa yang bercita-cita jadi insinyur ini

Hafiz Quran
Ayah Wahyu bekerja di Pemerintah Kota Batam sebagai Bapelitbang. Sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Selain berprestasi bidang sekolah, Wahyu juga seorang tahfiz Al-Quran di kota Batam.

Dalam dua tahun ia berhasil menghafal 6 juz dan aktif di pondok Quran Batam tepatnya di Gratinda.

Ia menargetkan setelah tamat SMA seluruh ayat al-Quran sudah ada di kepalanya. “Target 30 juz udah SMA nanti,” kata penyuka pelajaran Matematika ini.

Bahkan keinginannya menghafal al-Quran itu semakin terwujud. Karena saat ini Wahyu sudah dinyatakan lulus menjadi siswa baru di Pesantren ternama Tanggerang yaitu pesantren Darul Kalam.

Memilih pesantren tidak hanya untuk ia paham ilmu agama. Namun menjadikan sekolah tempat ia fokus tahfiz al-Quran. “Kalau sekolah disini (Batam) tahfiz kesannya nyambil. Kalau pesantren enak fokus tahfiz,” ujar alumni TK Hang Nadim itu.

Wahyu sudah merencanakan masa depannya dengan baik. Demi menggapai cita-cita menjadi insinyur. Setelah dari pesantren dan hafiz al-Quran, ia berencana mencari gelar sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di mata Kepsek

Wahyu memang terkenal rajin. Seperti yang dikatakan Kepala Sekolah SMP 3 Batam Wiwik Darwiyati.

“Bakan program mentor teman sejawat sekolah atau belajar menjadi guru, Wahyu salah seorang yang aktif maju di depan kelas untuk menyampaikan materi,” beber Wiwik.

Wiwik mengatakan, siswa satu ini memiliki nalar yang tinggi. “Tidak pernah macam-macam lah.” ujarnya

Selain itu sekolah Wahyu juga meraih peringkat terbaik pertama nilai UN tertinggi. Dari 10 siswa nilai tertinggi di Kepri delapan nama berasal dari SMP 3 Batam.

Wahyu memang tidak menyangka menjadi siswa dengan nilai tertinggi se Provinsi Kepri. Namun, Ia baru sadar. Orang bijak berkata, hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

YOGI EKA SAHPUTRA

Sumber:

http://batamnews.co.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *