Pendaftar di SMPN 3 Batam Berkurang

RABU, 07 JUNE 2017 05:00

Setelah Disdik Menambah Lagi Satu Sekolah Unggulan

BATAM (HK) Calon siswa yang mendaftar ke SMPN 3 Batam pada hari pertama dan kedua masih dibilang normal. Kondisi ini jauh berbeda pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu cukup membludak. Hal ini lebih disebabkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam telah menambah satu sekolah unggulan pada PPDB tahun ini dari dua sekolah unggulan menjadi tiga, yakni SMPN 3 Batam, SMPN 6 Batam dan SMPN 26 Batam.
“Berdasarkan informasi dari operator PPDB online, jumlah siswa yang mendaftar masih stabil. Hal ini juga terlihat dari 5 operator yang kita tempatkan, malah 4 operator yang digunakan. Begitu juga jumlah siswa dari Batuaji dan Sagulung hingga hari kedua ini baru 5 orang saja yang mendaftar, kalau tahun lalu cukup banyak,: ujar Ketua Panitia PPDB SMPN 3 Batam, Yeri Estu Isdhiantara SPd kepada Haluan Kepri, Selasa (6/6).

Meski demikian, kata Yeri Panitia telah menyiapkan formulir pendaftaran sebanyak 700 formuliar yang setiap harinya dibatasi hanya 200 formulir saja untuk yang mendaftar. “Setiap hari habis formulir di ambil calon siswam, dan kita juga tidak membatasi formulir. Artinya seberapa banyak diburuhkan calon siswa kita adakan, tapi saat ini kita sedikan dulu 700 formulir,” katanya.

Sementara pada tahun ajaran baru ini SMPN 3 Batam mendapat kuota 288 siswa baru termasuk siswa untuk kuota 20 persen bina lingkungan, siswa kurang mampu, dan siswa berprestasi non akademik yang berjumlah sekitar 56 siswa. “Setelah nanti siswa kita terima baik yang lewat online maupun 20 persen tadi kita campurkan dengan formasi tiap kelas sesuai kelas standar nasional. Jadi tidak ada lagi kelas khusus seperti kelas unggulan maupun akselerasi, semua kelas kita bentuk menjadi unggulan,” jelasnya.

Berdasarkan ketentuan PPDB tahun ini lanjut Yeri, agak berbeda bagi siswa yang diterima di SMPN 3 Batam ini  dilakukan tes tertulis yang akan dilakukan pada hari Kamis (8/6) dengan bobot poin 30 persen. Selain itu bobot nilai rapor SD kelas IV, V dan IV sebanyak 40 persen, dan sisanya nilai Ujian Nasional Sekolah Dasar (UNSD).

“Karena nilai USBN belum keluar dan belum diumumkan,  untuk syarat pendaftaran mengunakan nilai rapor dengan rata-rata terendah 8.5. Tapi dari hasil input nilai rata-rata nilai tertinggi yang mendaftar pada kita ada yang 94, apakah nanti dia itu siswa peraih nilai UNSD tertinggi se kepri atau bukan, karena hasilnya belum diumumkan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Yeri juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu memaksakan anaknya masuk ke SMPN 3 Batam bila nilainya tidak mencukupi, karena masih banyak sekolah lain yang kualitasnya hampir sama dengan SMPN 3 Batam. Ia ajak masyarakat agar ikut aturan main dalam PPDB supaya hasil yang didapat dalam PPDB ini benar-benar murni hasil seleksi.  (men)

Sumber: Haluan Kepri Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *